Jadwal belajar siswa homeschooler ?

Saat anda dan anak anda memutuskan menjadi Praktisi Homeschooling pada saat itulah “KEBEBASAN” itu dimulai.

KEBEBASAN yang BAGAIMANA ?

Tentunya kebebasan untuk BELAJAR !

Disitulah perbedaan Homeschooling dengan Sekolah Formal. Sebagai homeschooler anda bisa menentukan ; Buku apa yang anda gunakan, Mata pelajaran apa yang akan dipelajari, berapa lama belajar dalam sehari, berapa hari waktu sekolah , kemana field trip nya, berapa lama suatu materi pelajaran dibahas, dll. Karena anda tidak akan terpatok pada AGENDA /KALENDER AKADEMIK SEKOLAH.

Anda sebagai orangtua untuk pertama kalinya akan memegang kendali penuh sebagai Kepala Sekolah sekaligus Guru. Jangan merasa Stress dengan jabatan baru itu !

Jadilah orangtua yang PERCAYA DIRI karena kepercayaan diri anda akan otomatis menular pada anak anda.

Anda harus merasa BANGGA karena mulai detik ini, anda akan mencetak seorang PEMBELAJAR SEJATI, PEMBELAJAR MANDIRI. Seorang yang benar-benar menikmati proses belajar sehari-hari, yang yakin pada kemampuannya sendiri, yang jujur dan bertanggung jawab. Bukankah itu ciri-ciri orang sukses ?

Bagaimana kalau saya tidak bisa mengajar ? Percayalahlah , Guru di sekolah pun belum tentu menguasai semua materi pelajaran. Anda bisa bebas menentukan APA dan SIAPA yang akan membantu anda dalam hal itu.

Menyusun jadwal HOMESCHOOLING

Untuk membantu kegiatan Homeschooling sehari-hari. Mulailah dengan menempatkan jadwal Homeschooling bersama-sama.

Apa yang mau dicapai dari proses Homeschooling tersebut. Apakah segi Karakter atau Agama yang dititik beratkan. menekankan pada Bakat dan Karir anak , mempersiapkan anak untuk menjadi entrepreneur di masa depan, mengasah minat nya pada suatu bidang tertentu seperti ; pertanian, peternakan, sains ? atau apa ?

Kedua : Mata pelajaran apa yang akan dipelajari. Ada keluarga homeschooling yang menempatkan jadwal belajar agama sebagai aktifitas mayoritas sehari-hari. Ada yang menempatkan jadwal latihan musik atau olahraga lebih diutamakan. Ada yang menjadwalkan mata pelajaran yang akan diujiankan saja.

Ketiga : Tentukan metode yang digunakan. Metode belajar disesuaikan dengan karakter anak. Apakah dia tipe Auditori, Kinestetik, dsb – anda yang paling mengenal anak anda.

Keempat : Berapa jam belajar dalam sehari ? Berapa hari seminggu. Ada keluarga Homeschooling yang hanya belajar 5 hari seminggu atau 6 hari seminggu. Itu sah-sah saja. Apa yang sesuai dengan kesepakatan bersama.

Kelima : Apakah ada kegiatan lainnya yang perlu dimasukkan ? seperti ; field trip, praktek/magang, olahraga, seni, komunitas dll

INGAT ! Keluarga anda UNIK ! Jadi rencanakan jadwal yang sesuai dengan keluarga anda tidak perlu sama dengan keluarga Homeschooling lainnya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat ..

Seluruh keluarga agar berkomitmen dan menghormati jadwal yang sudah disepakati bersama. Oleh karena itulah maka dalam proses penyusunan jadwal melibatkan seluruh anggota keluarga.

Jangan stress!. Anda sedang membuat Jadwal Homeschooling bukan menyusun Undang Undang. Selama jadwal itu tidak ditulis diatas BATU, maka jika sudah tidak sesuai lagi…. DIRUBAH SAJA!

Perbaharui selalu ! Melakukan hal yang sama hari ke hari akan jadi membosankan. Cobalah mengubah jadwal dengan melakukan sesuatu yang baru. Misalnya ; jalan-jalan ke museum, ke taman, melakukan percobaan sains,dan sebagainya.

Yang terpenting adalah DEDIKASIKAN WAKTU !
Selama jadwal belajar yang sudah ditentukan, anda harus FOKUS selayaknya guru di kelas. Jangan membuat janji selama waktu itu, jangan menjawab telepon, jangan mengerjakan email. Menunda hal-hal tersebut selama 1-2 jam tidak apa-apa kan. Jika anda berharap anak bisa berfokus pada pelajaran , kenapa anda tidak bisa fokus mengajar.

Jika mengalami kesulitan, jangan ragu mencari bantuan. Saat ini teknologi sudah semakin canggih. Anda tidak perlu mengajar semua mata pelajaran sendiri. Ada materi Online yang bisa membantu anda. Cek website : www.anakpanah.sch.id

Terlibatlah dalam proses belajar bahkan ikutlah belajar bersama-sama. Pasti anak anda lebih senang karena mendapat “teman”. By. GeP.anakpanah.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *