Developing with Homeschooling

Ilmu dan pengetahuan tidak akan berkembang jika hanya disimpan untuk diri sendiri. Ia harus dibagi dengan orang lain, dikembangkan bersama, sehingga pada akhirnya bisa diterapkan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Begitulah halnya dengan komunitas homeschooling yang bertujuan untuk mengembangkan metode pendidikan rumah yang diterapkan di antara keluarga-keluarga yang berbeda.

Homeschooling adalah sekolah rumah, di mana pendidikan anak-anak diselenggarakan di rumah oleh orang tua. Orang tua bisa menentukan sendiri kurikulum pembelajaran dengan mencari materi yang banyak ditemukan di internet, ataupun yang ada di lingkungan sekitar. Orang tua juga bisa mendaftarkan anak-anak mereka di sebuah lembaga penyelenggara homeschooling yang telah memiliki modul pembelajaran yang disusun oleh para ahli, yang tetap mengacu pada kurikulum nasional. Pilihlah lembaga yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan ujian kesetaraan di akhir program belajar, salah satunya adalah www.anakpanah.sch.id.

Apapun pilihan anda, ada satu aspek mendasar yang tidak boleh diabaikan, yaitu partisipasi dalam komunitas homeschooling. Mengingat proses pembelajaran di dalam metode homeschooling bisa sangat cair dan dinamis, apapun di sekitar kita bisa menjadi bahan belajar, maka pengalaman belajar itu sendiri akan menjadi semakin kaya ketika kita membaginya dengan orang lain.

Di dalam komunitas homeschooling kita akan bertemu dengan keluarga-keluarga lain yang juga menerapkan metode homeschooling dengan materi pembelajaran yang beragam. Interaksi antar keluarga ini akan melengkapi, memperkaya dan mengembangkan proses pembelajaran di masing-masing keluarga.

Komunitas homeschooling ini akan menjadi semakin efektif apabila terdiri dari keluarga-keluarga yang tinggal berdekatan di sebuah kawasan, atau mereka dipersatukan oleh sebuah institusi penyelenggara pendidikan informal yang sama. Dengan demikian antar keluarga ini memiliki kesamaan yang akan memudahkan interaksi di antara mereka.

Kesamaan yang dimiliki antar keluarga di dalam komunitas homeschooling ini juga memungkinkan mereka melakukan aktivitas-aktivitas yang tematik dan aplikatif. Apabila mereka tinggal di kawasan yang sama, mereka bisa bersama-sama mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar mereka, misalnya terkait dengan pengelolaan sampah. Para orang tua dan anak-anak bisa bekerja sama untuk membuat bank sampah dengan perlakuan tertentu untuk setiap jenis sampah. Apabila mereka dipersatukan oleh sebuah lembaga pendidikan informal yang sama, mereka bisa saling mendiskusikan tentang kurikulum dan materi pembelajaran yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *