Manfaat Komunitas Homeschooling

Di dalam pendidikan mandiri berbasis keluarga yang dilakukan di rumah atau homeschooling, orang tua memegang peran yang sangat krusial dalam proses pembelajaran anak-anak. Meski demikian, keterlibatan anak-anak dan orang tua di dalam komunitas homeschooling juga tak kalah pentingnya. Banyak sekali manfaat komunitas homeschooling yang bisa didapatkan oleh anak-anak yang ikut terlibat didalamnya.

Komunitas homeschooling ini akan menjadi penyeimbang yang menekankan pada interaksi sosial, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Seperti kita tahu, membesarkan anak-anak bukanlah hal yang mudah. Sebagai orang tua, meski kita yang paling paham karakter masing-masing anak, namun bukan berarti kita tahu segalanya tentang mereka. Kita akan selalu membutuhkan saran dan masukan dari pihak-pihak lain, baik itu dari kakek dan nenek, dari kerabat dan saudara, maupun juga dari para orang tua lainnya.

Dengan demikian, bergabung di dalam komunitas homeschooling, seperti salah satunya www.anakpanah.sch.id adalah cara ideal untuk mendapatkan dukungan dan berbagi pengalaman antar keluarga praktisi homeschooling. Anak-anak juga akan menemukan teman bermain dan belajar yang tepat untuk mereka, sehingga kebutuhan mereka untuk bersosialisasi terpenuhi. Selain itu, proses belajar juga akan menjadi lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama-sama.

Berbagai jenis kegiatan bisa dirancang bersama diantara para orang tua, untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal. Misalnya bersama-sama mengunjungi museum, lalu disana dibuat permainan untuk anak-anak terkait dengan benda-benda yang dipamerkan di museum. Anak-anak bisa bekerja sama untuk memecahkan teka-taki, sekaligus belajar tentang sejarah dengan cara yang menyenangkan. Bisa pula dengan kegiatan berkebun bersama misalnya. Anak-anak bisa menanam berbagai macam tanaman, sembari belajar tentang ilmu biologi dan pertanian. Hasil kebun juga bisa kemudian diolah bersama menjadi berbagai macam makanan bergizi.

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari komunitas homeschooling, dan acara-acara pertemuan ini bisa dilakukan secara fleksibel dan dinamis sesuai kesepakatan bersama. Komunitas ini bisa berupa kumpulan keluarga praktisi homeschooling di kawasan atau lingkungan rumah tinggal yang sama atau berdekatan, bisa pula komunitas yang terbentuk di dunia maya dengan anggota yang berjauhan satu sama lain tetapi bisa bertemu sesekali untuk bersosialisasi, ada pula komunitas yang dibentuk oleh sebuah lembaga dengan pola yang lebih terjadwal dan terorganisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *