Fieldtrip Ke Galeri Nasional Indonesia

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Anak Panah mendapat kesempatan untuk field trip mengunjungi Galeri Nasional.  Peserta Field Trip kali ini mencapai 100 orang, kelas 1 sampai 12. Kami berkumpul di lokasi pukul 09.00 WIB disambut oleh Tim Edukasi Galeri Nasional Indonesia.

Galeri Nasional sendiri terletak di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, yang merupakan lembaga satu-satunya yang di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menaungi seni rupa modern dan kontemporer. Galeri Nasional ini didirikan pada tanggal 8 Mei 1998

Kami diberikan banyak informasi mengenai Galeri Nasional melalui talkshow dan melihat langsung koleksi seni Galeri Nasional. Karya seni Galeri Nasional sendiri terdiri dari dua bagian yaitu karya seni tetap dan karya seni temporer. Karya seni tetap merupakan bagian dari karya yang memang dimiliki dan dikumpulkan oleh Galeri Nasional, sedangkan karya seni temporer merupakan karya seni yang dipasang berdasarkan proposal yang diajukan seniman-seniman. Galeri Nasional Indonesia menunjukkan sejarah republik melalui seni rupa.

Di zaman sekarang, Galeri Nasional juga masuk ke dalam salah satu destinasi kaum milenial. Seperti yang kita ketahui, berkembangnya foto-foto aesthetic di kaum anak muda, membuat mereka mengunjungi museum-museum demi mendapatkan foto aesthetic. Tetapii selain mendapatkan foto-foto aesthetic, kaum milenial dapat melihat pula karya seni visual Galeri Nasional yang dapat menjadi ilmu pengetahuan mengenai seni rupa.

Galeri Nasional merupakan bagian yang penting untuk negara Indonesia, terlihat dari letaknya yang strategis dekat dengan Monumen Nasional, Perpustakaan Nasional, Istana Negara, Museum Nasional, dan lainnya. Tujuan dari Galeri Nasional sendiri yaitu untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan koleksi seni rupa sebagai sarana edukasi dan rekreasi, serta sebagai media peningkatan kreativitas dan apresiasi seni.

Pada mulanya upaya untuk membangun Wisma Seni Nasional sudah muncul di era 60an, yang kemudian baru direalisasikan 1987 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Prof. Dr. Fuad Hasan) sebagai gedung pameran seni rupa Depdikbud, dan sebagai sarana aktivitas dan apresiasi seni rupa Indonesia. Dilanjutkan pada tahun 1995, Direktur Jendral Kebudayaan (Prof. Edi Setyawan) meneruskan ide ini agar segera terealisasikan, sehingga tahun 1998 Galeri Nasional resmi dibuka. Galeri Nasonal memiliki ribuan koleksi baik dari Indonesia maupun mancanegara yang tertuang dalam seni rupa seperti lukisan, grafis, sketsa, patung, keramik, fotografi, seni kriya, dan instalasi. Dengan mengunjungi Galeri Nasional, kita juga dapat mendapatkan informasi mengenai sejarah seni rupa Indonesia mulai dari awal hingga berkembang sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hello, Anak Panah Cyberschool is here..
What do you want to know about this school ?
Powered by