Testimoni

Halo perkenalkan nama saya Adella Indra K. 🙂

Saya berasal dari kota Solo.

Singkat cerita, saya memiliki passion dibidang fashion dan modeling dari saya kecil. Waktu saya SMP saya dapat tawaran untuk menjadi covergirl di sebuah majalah Jakarta.

Karna itu, saya memutuskan untuk melanjutkan SMA di Jakarta.

Pada mulanya, saya memilih salah satu sekolah swasta favorit di Jakarta Barat.

Waktu itu sekolah yang saya pilih terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan kurikulum 2015, dimana penjurusan dimulai dari kelas 10.

Sebenarnya saya menyukai bidang pelanadan IPS, namun karna nilai SMP saya memuaskan maka kepala sekolahnya pun meyakinkan orang tua saya masuk IPA dengan catatan , jika dalam 1 tahun saya tidak menyukai bidang tersebut maka saya diperbolehkan pindah IPS.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai merasa kesulitan dalam membagi waktu antara sekolah dan hobi saya , saya merasa sekolah formal terlalu banyak menyita waktu saya (apalagi saya jurusan IPA).

Taun berikutnya, yaitu waktu saya kelas 11, saya ingin pindah kejurusan IPS karna jurusan IPA tidak sesuai dengan minat saya(sesuai dengan perjanjian awal)

Namun ternyata, sekolah tersebut tidak mengijinkan saya untuk pindah jurusan.

saya kecewa dan ahkirnya memutuskan untuk berhenti dari sekolah tersebut.

waktu itu, rasanya seperti saya sudah kehilangan harapan masa depan saya.

Thanks God!! Beberapa bulan berikutnya saya mendapat informasi tentang ANAK PANAH Homeschooling Cyberschool ini dan saya menceritakan semua keluhan yang saya alami.

di Homeschooling anak panah ini saya menemukan solusinya. saya bisa ambil jurusan IPS dan tetap bisa mengikuti UN ditaun berikutnya.. yang artinya saya harus mengejar materi 3 Tahun dalam waktu kurang dari 1 tahun.

Saya bersyukur sekali, karna di homeschooling anak panah ini mentor-mentor nya sangat komunikatif dan sangat mendukung saya, materi-materi pelajaran yang diberikan nya juga lebih efektif dan fleksibel, sehingga saya dapat menyelesaikan pelajaran 3 Tahun dalam

waktu kurang dari 1 tahun (WOW BGT KAN) yang kayak nya udah g mungkin banget tapi disini justru saya berhasil menyelesaikannya dan mendapat nilai UN SMA yang sangat memuaskan… 😀

Homeschooling Anak Panah ini membuat saya tetap bisa menjalankan hobi saya dan menata masa depan saya dengan lebih matang.

Di waktu luang, selain bisa menjalankan hobi saya, saya juga banyak mengikuti seminar dan sekolah entrepreneur.

Sehingga sekarang saya bisa memiliki bisnis sendiri sambil kuliah jurusan Fashion Design di Univeritas ternama Jakarta dengan standart dan kurikulum international. 😀

Trimakasih Home Schoolling anak panah, saya benar-benar merasa terbantu sekali :’D

semoga testimonial saya ini bisa menginsiprasi, dan menghilangkan keraguan kalian terhadap Homeschooling anak panah. yukkk pilih homeschooling anak panah!. Adella Indra K. Alumni SMA

Nama saya Ikhwan Khoirul Insani, biasa dipanggil Ihwan, saya tinggal di Desa Susukan Rejo Kecamatan Pohjentrek Pasuruan Jawa Timur, Jujur saja saya termasuk type anak yg tidak bisa duduk berlama-lama belajar di kelas formal… saya membayangkan hal yang demikian sangat jenuh dan membosankan… terlalu formalis.

Bukan berniat sombong, hasil UNAS SLTP (termasuk 5 besar se sekolahan) saya waktu itu… bisa untuk masuk ke semua jenjang SLTA Favorit di lingkungan Kota saya dan sekitarnya… jadi tinggal pilih manapun… insya Alloh pasti diterima.
Namun… sekali lagi saya merasa kurang cocok kalau harus melanjutkan pendidikan yg terlalu formal.. hingga akhirnya saya harus mencari tempat pendidikan yang sesuai dengan style dan karakter saya
Dan singkat cerita akhirnya pula saya memilih pendidikan non formal di Anak Panah Cyberschool di Yayasan Anak Panah Bangsa di Tangerang Selatan ini…

Saya sangat berkesan, senang dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh Yayasan Anak Panah Bangsa lewat Anak Panah Cyberschool Homeschooling di Tangerang Selatan.

Dengan pendidikan ini telah membantu kemandirian saya dalam segala hal terutama pendidikan sekolah setingkat SLTA ini Disamping itu, melalui pendidikan homeschooling ini kami bisa melakukan hal-hal lain yang positif dalam kehidupan kami secara mandiri.
Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada anak panah homeschooling yang telah mendidik dan memberi kesempatan kepada kami sehingga kami bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat dan masa depan serta memiliki hak yang sama dengan pendidikan formal lain setingkat SLTA.

Saat ini saya melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Pasuruan yang saya anggap lebih dekat lokasinya dan bisa sambil bekerja atau membantu orang tua di rumah.
Demikian testimoni saya ini sampaikan dengan sejujurnya. Mudah-mudahan bisa menginspirasi dan bermanfaat.
Amin… Ikhwan Khoirul Insani Alumni SMA

Hai perkenalkan nama saya Yonathan Christian Chandra, saat TK dan SD saya bersekolah di TK/SD Ipeka Tomang, Tahun 2010 orang tua saya pindah ke Summarecon Serpong sehingga akhirnya saya ikut pindah sekolah juga ke SDK Penabur Gading Serpong kelas 4, setelah lulus dari SDK Penabur saya melanjutkan ke SMPK Penabur Gading Serpong, saat SMP kelas 8 saya mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan dari teman-teman disana sehingga akhirnya memutuskan untuk homeschooling di Sekolah Anak Panah, saat homeschooling orang tua saya membelikan saya Lego Mindstorm sehingga saya dapat bereksperimen membuat robot yang dapat dikendalikan dengan Handphone, selain itu kesukaan saya adalah game sehingga saya bercita-cita untuk menjadi programmer pembuat game. Saat UN SMP saya mendapat nilai tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris 96 dan Matematika 92.

Saat lulus dari SMP saya bermaksud untuk mempersiapkan diri nantinya untuk masuk perguruan tinggi komputer di Bina Nusantara,untuk mempermudah cita-cita saya tersebut akhirnya saya memutuskan untuk kembali di sekolah formal di Bina Nusantara International Serpong Highschool. Saya tidak mengalami kesulitan saat mengikuti test masuk di Bina Nusantara Internasional Highschool Serpong, karena materi yang saya dapatkan di SekolahAnak Panah tidak kalah dengan sekolah formal. Dan akhirnya saya diterima sebagai siswa Bina Nusantara Serpong International Highscchool.

Saat ini saya sudah bersekolah di Bina Nusantara Internasional Highschool Serpong yang pengajarannya dalam bahasa Inggris dan saya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi disana.

Saya sangat berterimakasih karena melalui Sekolah Anak Panah saya bisa mengasah bakat saya dan tentunya saya tidak akan melupakan kesan-kesan yang saya dapatkan di Sekolah Anak Panah karena sampai saat inipun ,Sekolah Anak Panah masih tetap menganggap saya sebagai bagian, apabila ada kegiatan masih tetap memberikan informasi dan memperbolehkan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Demikian testimonie saya kiranya dapat menginspirasi teman-teman. Yonathan Christian Chandra Alumni SMP


Saya mendaftarkan Nafia ke anak panah di kelas 7 semester 2, karena kami akan berangkat tugas di swiss untuk beberapa tahun, kemungkinan ketika kami balik ke indonesia Nafia masuk di kelas 11, di swiss bahasa ibu adalah bahasa perancis sehingga nafia juga harus ektra belajar bahasa perancis dengan kurikulum disana, untuk bahasa inggris nafia tidak ada masalah, karena di swiss nanti Nafia akan kami masukan ke publik school juga, tetapi kami juga tidak ingin ketinggalan materi kurikulum di indonesia, dengan bantuan multimedia dan video tutorial anak panah bisa memberi wawasan, kami juga tidak akan menekan dia untuk 2 program sekolah tsb. tetapi setidaknya dia bisa mengikuti dan paham tidak ketinggalan pendidikan kewarganegaran,ilmu sosial budaya di indonesia itulah alasan kami mengambil program distance learning. Ir. Tika Wihanasari, M.Si, MPP . Swiss

Kami mendaftarkan anak saya baihaqi ramadhan ke sekolah anak panah cyberschool, sekitar desember 2015, sebelumnya dia sekolah di SDI Raudhah BSD City. Dikarenakan kami akan bertugas ke Kyoto Jepang pada bulan januari 2016. Keberadaan anak panah cyberschool sangat membantu dengan pengajaran dari video multimedia yang di design untuk 1 tahun ajaran dan system online test jadi bisa any where, every where. Thanks . Annisa Bhikuning ST. M.Eng. Kyoto Jepang

Kami mengetahui sekolah anak panah dari searching google di internet, setelah kami pelajari websitenya baru kami daftarkan anak Jonathan di anak panah cyberschool masuk di kelas 8. Metode pembelajaran lebih fleksibel dan nyaman bisa melalui DVD multimedia, E-learning dan Test online. Pihak sekolah anak panah cyberschool juga menjelaskan prosedur belajar mengajarnya, dan sebetulnya ingin berinteraksi dengan anak kami langsung, tetapi kami jelaskan karena ada suatu hal, anak kami masih belum bisa ber interaksi dengan guru, sebab case di sekolah lamanya ada trauma, dan pihak dari anak panah cyberschool dapat mengerti, karena hal tersebut yang mendasari kami untuk sekolahkan anak kami di cyberschool. Jefrey Kindangen Phd. Dekan – Dosen , Menado, Sulawesi Selatan

Anak Kami Kim Dong Hoon sebelumnya bersekolah di Raffless Christian School di Pondok Indah, bergabung ke Anak Panah Cyberschool sejak kelas 2 semester 2, karena alasan faktor kesulitan dibahasa karena Papanya berasal dari Korea, untuk di sekolah Umum dengan kurikulum nasional dia tidak bisa mengikuti, karena menulis dan membaca bahasa indonesia belum lancar, sehingga kami homeschoolingkan agar tidak ketinggalan pelajaran, kami kursuskan via private bahasa Indonesia agar sambil belajar nanti bisa kembali ke sekolah formal. Dr. Dessy Hendro Guyanto. DKI Jakarta

Saya mempunyai anak perempuan namanya Nadine kelas 3 SD, saya tidak tau alasannya kenapa pokoknya dia tidak mau sekolah lagi, sebelumnya dia sekolah di SD Cikal BSD serpong. Hal ini sempat membuat saya emosi dan marah, akhir nya saya sadari hal tersebut tidak ada guna memaksakan kepada anak, yang mungkin malah bisa memperkeruh masalah, membuat tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan psikologisnya. Akhirnya saya coba cari di internet homeschooling, ketemu anak panah dan kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah saya, dan saya membawa anak saya berkunjung untuk bertukar pikiran, karena saya masih buta dengan istilah homeschooling. Setelah yakin dengan penjelasan team dari anak panah, saya akhirnya mendaftarkan anak saya masuk kelas 3 semester 2. Di homeschooling anak saya belajar lebih semangat,datang belajar 3 x seminggu. Thanks. Novan Rizany . Tangerang, Banten

Kami mengambil homeschooling ini bukan sesuatu yang tiba – tiba, dan kami juga sangat mengerti bahwa hal ini bukanlah hal yang umum dan cenderung aneh bagi kebanyakan orang tua lainnya. Kami setuju sepenuhnya dan mendukung program pemerintah bahwa semua anak harus belajar, namun kami kurang setuju dengan kurikulum sekolah yang menurut kami terlalu banyak mata pelajaran sehingga proses belajar menjadi beban berat, melelahkan dan tidak tepat sasaran. Dengan begitu banyaknya materi dan jenis pelajaran, waktu yang tersedia untuk Lovelyn mengembangkan bakatnya menjadi sangat sedikit. Alasan lainnya adalah kami percaya bahwa bermain adalah salah satu cara dimana anak anak dapatbelajar dan menyerap sesuatu dengan lebih optimal daripada berada didalam kelas yang pasif. Banyaknya mata pelajaran yang harus diserap dalam setiap minggunya, membuat anak harus bangun pagi pagi dan pulang siang hari, memakan waktu hampir 9 jam setiap harinya apabila dihitung beserta lamanya perjalanan pulang dan pergi dari rumah kesekolah.

Hal ini adalah sesuatu yang cukup melelahkan bukan hanya bagi murid tapi bagi orang tua. Kami juga percaya bahwa proses belajar tidak harus di dalam lingkungan sekolah formal tapi bisa dimana saja dan kapan saja. Anak yang tidak bersekolah bukan berarti anak tersebut tidak belajar. Bahkan kadang yang terjadi adalah sebaliknya, anak yang bersekolah malah tidak dapat belajar dengan baik karena berbagai faktor dan sebab.

Beberapa murid yang sama seringkali harus melakukan remedial karena nilai test yang kurang dari standar. Seiring berjalannya waktu, kami melihat bahwa sekolah formal tidak lagi sesuai dengan kebutuhan anak kami dan agar pengembangan bakat dan minat Lovelyn bisa diasah lebih optimal, kami melihat bahwa langkah terbaik untuk masa depan Lovelyn adalah untuk berhenti dari proses belajar di MSCS untuk sementara waktu. Kami menyadari konsekuensi dari keputusan yang kami ambil ini. Selanjutnya Lovelyn akan belajar dalam sistem Homeschooling atau Semi Homescholing di Anak Panah. Januar Tjandra, Wiraswasta – Surabaya, Jawa Timur

Saya pindahan sekolah formal ke homeschooling anak panah, sebelumnya saya sekolah di SMP Tri Ratna di Jakarta, alasan masuk ke homeschooling, karena saya ingin fokus belajar musik, juga bisa kasih les music sama orang lain,keuntungan lainnya saya ikut kegiatan latihan main drumband, kadang hari minggu dan sabtu team drumband dipanggil ngisi acara – acara di mall dan mana aja, yah lumayan bisa buat nambah uang jajan sekalian ngasah skill. Metta Tjoa. DKI Jakarta

Saya homeschooling sejak kelas 5 SD, dengan homeschooling saya bisa punya waktu luang untuk hobi saya mengambar manga dan saya ambil kursus mengambar manga selain itu, saya juga punya toko online untuk aksesoris hehehe. tetapi naik kelas 8 saya ingin masuk sekolah formal lagi, kemudian oleh sekolah anak panah dikasih surat keterangan pindah sekolah, surat rekomendasi & membawa nilai rapor anak panah, akhirnya bulan januari 2016 saya diterima di sekolah bunda masuk kelas 8 semester 2 , di Villa Nusa Indah, Bojong Kulur. Gunung Putri. Bogor. back to classroom ” thanks Anak Panah. Kiara Thana Kirana, siswa. Bogor. Jawa Barat

Bima, anak saya, berusia 4. Tapi setengah dari usia hidupnya, ia tidak ada bersama saya. Saya adalah ibu pekerja yang duduk mengetik di kantor 8 jam sehari (bisa berhari-hari tidak pulang di masa menjadi wartawan), plus 4 jam perjalanan pulang pergi kantor. Sedih? Kadang, tapi masa melankolis itu sudah berlalu, mengingat pilihan bekerja diambil dengan kesadaran penuh akan kebutuhan. Menyesal? Tentu tidak. Setiap ibu pekerja (perlu) punya pendukung yang membuatnya bisa tenang bekerja.

Dulu, sebelum Bima berusia 2, babysitternya adalah pengasuh yang cekatan dan dapat diandalkan. Namun seiring waktu, keaktifan Bima membuat kami, orangtua, menyadari bahwa ia butuh perpaduan kedisplinan, interaksi dengan teman, dan bermain sambil belajar. Kebutuhan akan semua itu kami temukan dalam konsep daycare atau penitipan anak.

Setelah mensurvey lebih dari 5 daycare di Tangerang Selatan, ada saja yang membuat kami enggan, bahkan kadang ngeri. Ada daycare yang jumlah anaknya terlalu banyak, tidak sebanding dengan jumlah pengasuh. Ada yang tidak menyediakan ruang untuk anak bergerak, sehingga terkesan hanya “memenjarakan” kumpulan anak dalam satu ruang yang sama, dan dengan pengasuh ala kadarnya. Ada juga yang bertarif sangat mahal dengan label internasional, tapi kurang bermain.

Pilihan akhirnya jatuh ke sebuah Daycare sekaligus PAUD yang hanya 10 menit dari rumah ini kami anggap ideal. Sekolahnya berada di dalam perumahan yang dijaga ketat satpam, memiliki “one gateway ” dan bukan di tepi jalan besar. Dalam perumahan ada lapangan tempat anak-anak bisa bermain.

Setiap hari kami mengantar Bima pukul 06.00, untuk kemudian pukul 17.00, Gurunya akan mengantarnya ke rumah (rumah tetangga – sambil menunggu kami tiba di rumah). Repot? Sedikit. Tapi sepadan dengan perkembangannya yang pesat, baik dalam emosional maupun kemampuan motoriknya. Pertama kali masuk, di hari-hari pertama ia sudah menolak minum dari botol karena melihat semua temannya minum dari gelas.

Kami dapat mengetahui apa saja yang dikerjakan hari itu, termasuk menu makan siangnya, dari catatan harian yang ditulis. Setiap hari, ada saja cerita tentang teman-teman sekolahnya dan juga kemampuan baru yang ia kuasai: mengenal angka dan huruf, mewarna, menggambar, mengaji. Kini ia juga jauh lebih disiplin dan mandiri.
Oya, paling menyenangkan saat field trip sekolah. Dengan biaya yang terjangkau juga, Bima mendapat pengalaman seru bersama teman-temannya. Pendidikan yang baik tidak harus mahal di bawah naungan nama besar. Saya senang merekomendasikan Anak Panah sebagai sekolah & daycare. (disadur dari blogspot mama bima : http://cerita-dwipantara.blogspot.co.id/ ) Bunda Ramadhan Satria Bima.