Sistem Pendidikan Homeschooling Cukup Terkenal Di Indonesia

Seperti kita ketahui, homeschooling di Indonesia cukup dikenal oleh sebagian orang.

Homeschooling biasanya digunakan oleh orang tua artis untuk anaknya, agar privasi anaknya lebih terlindungi dari awak media. Namun tak sedikit dari para orang tua para artis ini memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah umum, agar anaknya bisa lebih mudah bersosialisasi dengan banyak orang.

Ada banyak kelebihan dan kekurangan yang ada pada sistem pendidikan ini.

Keunggulannya adalah:

1. Anak-anak bisa mendapatkan lebih banyak perhatian dalam keterampilan mereka, jika mereka pandai matematika, mereka bisa naik beberapa nilai. Dan jika mereka bergumul dalam suatu topik, mereka tertinggal.

2. Orang tua dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka dan berada di sana untuk saat-saat menyenangkan. Mereka mempelajari sesuatu untuk pertama kalinya.

Kekurangannya meliputi:

1. Di sekolah negeri, banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama teman-teman lain, misalnya mengunjungi museum untuk belajar sejarah. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan dengan anak yang bersekolah di rumah.

2. Di beberapa negara bagian, mendapatkan izin homeschool cukup sulit, guru memerlukan ijazah sekolah menengah untuk mengajar anak Anda di rumah, kurikulum harus disetujui, dan guru harus menguji anak Anda secara teratur.

3. Beberapa orang beranggapan bahwa homeschooling membuat anak anti sosial. Hal ini dapat dibenarkan jika anak sangat pendiam dan tidak mampu bersosialisasi dengan dunia luar. Namun faktanya adalah bahwa di beberapa negara bagian, homeschooler mengoordinasikan pesta, membentuk tim paduan suara, membentuk tim olahraga dengan anak-anak yang bersekolah di rumah di area tersebut.

Tentunya pilihan ini kembali kepada para orang tua, lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri atau sekolah di rumah, dengan tujuan agar anaknya bisa terus bersekolah dan membanggakan kedua orang tua.

Anak Panah Cyberschool menawarkan suasana belajar layaknya sekolah tapi dengan rasa Homeschooling, kami menyediakan sarana pembelajaran dan lokasi belajar Kelas Komunitas dimana siswa bisa berinteraksi dengan teman dan guru pengajarnya, dengan waktu yang relative tidak sepanjang durasi sekolah pada umumnya, sehingga memungkinkan bagi siswa untuk bisa beraktifitas lain atau mengasah bakat dan minatnya.    Bilapun siswa tersebut sudah memiliki profesi atau bidang yang ditekuni seperti : Atlet, Artis , dan sebagainya atau memiliki kebutuhan khusus seperti sedang menjalani terapi pengobatan, kondisi sakit dan sebagainya siswa bisa tetap mendapatkan layanan pendidikan secara online sehingga merasa sama dengan teman-teman sebayanya. Siswa Anak Panah Cyberschool tidak perlu merasa sebagai anak yang terasing dari pergaulan atau merasa tidak bernaung dibawah sekolah atau bukan anak sekolah, karena di Anak Panah Cyberschool adalah sekolah dengan rasa Homeschooling.  Mari bergabung di Anak Panah Cyberschool.

Homeschooling adalah sistem pendidikan yang “diremehkan”, terutama di negara kita, Indonesia. Homeschool siswa di Indonesia hanya sedikit dan hanya ada orang-orang tertentu yang mengambil anaknya untuk sistem pendidikan homeschooling

Homeschooling merupakan pilihan karena berbagai alasan, seperti kondisi medis tertentu yang menghalangi anak untuk bersekolah di sekolah formal, ketidakpuasan dengan sistem pendidikan yang tersedia, dan keyakinan bahwa anak tidak dapat mengembangkan minat atau bakat dan kreativitas mereka di sekolah umum.

Lantas, apa sih keunggulan  homeschooling? Ayo lihat !

1.            Waktu belajar yang fleksibel

Salah satu keunggulan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan staf pengajar dapat saling berdiskusi kapan waktu yang tepat untuk mulai belajar dan menentukan lamanya waktu belajar. Selain itu, orang tua juga dapat memilih jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajarinya dalam satu hari.

2.            Anak-anak bisa meningkatkan bakatnya

Orang tua dan anak dapat menentukan sendiri topik, waktu, durasi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat, kemampuan dan gaya belajar anak. Setiap anak memiliki bakat, minat dan kemampuan yang berbeda dalam mengolah informasi. Dengan homeschooling, metode pembelajaran bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat setiap anak sesuai keinginan dan kemampuannya.

3.            Orang tua dapat mengawasi masyarakat anak-anak

Orang tua dapat terus mengawasi proses pembelajaran dan interaksi anak peserta homeschooling. Dengan begitu, anak-anak bisa menghindari pergaulan bebas selama mereka masih bayi.

4.            Anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar di luar rumah

Berbeda dengan anak yang mendapatkan pendidikan formal di sekolah pada umumnya, anak homeschooling memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Anak-anak yang dididik melalui homeschooling bisa mendapatkan ilmu dengan belajar di museum, perpustakaan, dan di alam terbuka.

5.            Anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup

Rutinitas sekolah formal yang mengharuskan anak datang lebih awal dan terkadang pulang sore hari, mengurangi waktu istirahat anak. Anak-anak yang kurang tidur cenderung tertidur di kelas selama pelajaran. Berbeda dengan anak homeschooling yang mendapatkan waktu istirahat lebih lama, sehingga bisa mengikuti pelajaran yang diberikan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *